ISTI KHOMALIA - jOURNALIST TO BE

Sabtu, 16 Januari 2016

Darlina Saragih, Wanita Batak yang Pantang Menyerah

Sesekali wanita paruh baya itu mengelap keringatnya yang mengucur dengan ujung selendangnya, ia terus menata dengan rapi bungkus demi bungkus susu kedelai dagangannya. Sementara orang-orang sibuk memilih susu kedelai buatannya yang akan mereka beli. Meski banyak pembeli yang bertanya ini dan itu, Bu Darlina tak pernah ambil pusing. Tawa cemerlang selalu ia tunjukkan saat meladeni pelanggan setianya.
Darlina Saragih, wanita kelahiran Medan, 6 April 1955 adalah sosok yang pantang menyerah. Di usianya yang tergolong senja, darlina dengan telaten mengolah biji kedelai menjadi minuman yang sarat akan manfaat. Ya, Ia adalah pembuat susu kedelai.
Bersama sang suami tercinta, ibu satu anak ini membangun usaha pembuatan susu sari kedelai. Ia tidak ingin menggantungkan hidup pada anak semata wayangnya yang kini bekerja di ibu kota.
Pagi-pagi sekali Darlina sudah berada di emperan pasar talok untuk menjajakan susu kedelai buatannya. Rona ceria selalu terpancar di wajahnya. Sesekali ia menyapa pengunjung pasar yang lewat dihadapannya.
Susu kedelai buatan wanita paruh baya ini begitu digemari masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan dagangannya yang langsung diserbu pelanggan ketika ia datang. “ yang saya utamakan dalam produk saya adalah kualitas mbak. Saya tidak ingin mengecewakan pelanggan. Mbak bisa buktikan susu kedelai buatan saya rasanya berbeda dengan yang lain”, paparnya sembari tersenyum.
Darlina mengaku setiap harinya ia bisa menjual lebih dari seratus bungkus susu. Masyarakat yang tidak kebagian susu saat di pasar kerap kali datang ke rumahnya untuk membeli susu kedelai dalam jumlah yang lebih banyak.
ia selalu bersyukur pada Tuhan karena diberikan kelancaran dalam usahnya. Sang suami pun dengan sigap selalu membantu mengolah kedelai untuk dijadikan susu, ditambah lagi ia juga memiliki sanak keluarga yang ringan tangan.
Ia  berharap agar Susu kedelai buatannya terus digandrungi masyarakat. Dengan begitu ia merasa lelah perjuangannya akan terganti dengan tawa puas pelanggannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar